POLDA METRO JAYA – Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-77, Polda Metro Jaya menyelenggarakan pembelajaran perubahan mindset untuk menanamkan cinta tanah air kepada para pelajar. Hal ini dilakukan untuk penanggulangan kenakalan remaja terutama kejahatan tawuran yang masih marak terjadi di beberapa wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Proses penegakan hukum semata terhadap pelaku tawuran ternyata belum cukup terbukti dapat menurunkan angka kejahatan remaja. Perlu keterpaduan antara upaya penangkalan, pencegahan, dan proses penegakan hukum.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan Kenakalan remaja, Polda Metro Jaya melakukan pelatihan kepada 30 orang remaja yang berasal dari wilayah Polsek Tambora, Polres Jakbar, Kamis, 22 Juni 2023. Sebagian dari mereka adalah pelajar yang pernah ditangkap karena tawuran.
Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol. Langgeng Purnomo menerangkan, pelatihan ini berlangsung satu hari di Gedung SDM Polda Metro Jaya. Pelatihan 30 remaja dari wilayah Polsek Tambora ini hanyalah awal dan akan terus berlanjut dengan remaja dari Polsek lain di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Hari ini Polda Metro melakukan pelatihan kepada 30 remaja atas permintaan dari Polsek Tambora. Kami melakukan perubahan mindset dengan penguatan cinta tanah air Indonesia melalui penguatan karakter yang dijiwai jati diri Bangsa Indonesia.” kata Langgeng.
Peserta pelatihan diutamakan remaja yang berusia di bawah 20 tahun karena mereka bagian dari generasi emas Indonesia sebagai bonus demografi Indonesia pada tahun 2045 nanti.
“Metode pelatihan menggunakan metode dialogis dengan memberikan energi positif kepada para remaja untuk mewujudkan cita-citanya. Kami mengarahkan mereka untuk menjadi SDM unggul Indonesia emas tahun 2045 yang mencintai tanah airnya,” tambah Langgeng.
Output dari pelatihan ini adalah tumbuhnya rasa cinta tanah air yang berasal dari kesadaran dalam diri para remaja ini. Mereka diharapkan dapat mengimplementasikan hasil dari pelatihan ini dengan cara mentaati aturan yang ada dalam kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama menjelaskan bahwa 30 orang remaja yang dikirim ke Polda ini sebagian besar pernah berurusan dengan Polsek Tambora karena ditangkap melakukan tawuran.
“30 remaja ini adalah warga asli Tambora, selain pengurus karang taruna, sebagian besar adalah remaja-remaja yang pernah ditangkap Polsek Tambora karena tawuran. Kami harapkan melalui short course ini mereka dapat menjadi sahabat polisi yang berkarakter cinta tanah air dalam menebar kebaikan di wilayah Tambora,” tutup Putra.












Discussion about this post