Jakarta – Polsek Makasar di Jakarta Timur melanjutkan upaya preventif dalam rangka memerangi kenakalan remaja dengan mengimplementasikan program pembinaan dan penyuluhan yang diintegrasikan ke dalam kegiatan pendidikan di komunitas sekolah. Langkah strategis ini merupakan bagian dari Program Mantap dan Taktis Polres Metro Jakarta Timur yang mengusung ide “Senin Pintar,” dimana instrumen hukum dan pembinaan karakter menjadi fokus utamanya untuk mencetak generasi muda yang taat pada hukum dan bernilai moral tinggi.
Melalui program ini, Polsek Makasar mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya para pelajar, dengan harapan membina hubungan harmonis yang berlandaskan pada pengetahuan hukum dan kesadaran berperilaku positif. Kegiatan pembinaan remaja Jakarta telah diwujudkan dalam sebuah sesi penyuluhan yang diadakan di SMK Yamas Jakarta Timur. Acara yang berlangsung pada Jumat (11/10/24) tersebut, menandakan komitmen jangka panjang kepolisian dalam pencegahan kenakalan pelajar, sekaligus membentuk karakter dan sikap hormat terhadap figure pendidikan.
Kompol Ivan Adhitira, Kapolsek Makasar, menegaskan nilai penting yang dibawa oleh Program Senin Pintar, tidak hanya sebagai medium bagi Polisi untuk menyampaikan pendidikan hukum di sekolah, namun juga sebagai wadah untuk menghantarkan para pelajar menjadi warga negara yang berkarakter dan bermoral baik, dalam rangka mencapai tujuan bangsa Indonesia.
Beliau menekankan pentingnya menghormati guru, pahlawan tanpa tanda jasa, sambil mengingatkan para pelajar agar “selalu menghormati bapak/ibu guru di sekolah. Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.” Lebih lanjut, ia mengimbau para remaja untuk menjauhi perilaku negatif, sambil menyatakan, “Karena guru, ilmu itu didapat dan terus mengalir tiada henti. Selain itu pesannya juga tidak lari dari tupoksi Kepolisian yakni mengingat pelajar agar menjauhi sifat dan perbuatan yang tidak terpuji seperti narkoba, minuman keras, tawuran, balap liar di jalan dan lain-lain.”
Pesan yang disampaikan oleh kegiatan Polri di komunitas pendidikan tidak hanya bersifat sesaat, melainkan diharapkan berlanjut mewujud dalam sikap dan tindakan para pelajar. “Ini juga salah satu bentuk upaya Kepolisian untuk ikut berperan dalam membina kepada pelajar dan masyarakat guna menghormati NKRI dan meninggalkan perilaku menyimpang,” pungkas Kompol Ivan Adhitira mengakhiri.
Inisiatif mentorship Polsek Makasar ini, serta peran Kepolisian dalam edukasi remaja di Jakarta, diharapkan mampu menciptakan dampak yang signifikan dalam menangkal masalah-masalah sosial remaja saat ini dan di masa mendatang.












Discussion about this post