Jakarta Barat – Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Joglo Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat, Aipda Sugiyono, bersama Babinsa Serka Mustaqim dan warga setempat, telah melaksanakan kegiatan Strong Point dan Pos Pantau pada Jumat, 17 Mei 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan dan aksi tawuran remaja, mengingat wilayah Joglo merupakan perbatasan antara DKI Jakarta dan Tangerang yang sering kali dijadikan lintasan konvoi anak-anak remaja dari wilayah Tangerang menuju DKI Jakarta.
Kegiatan Strong Point dan Pos Pantau dimulai pada pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga tengah malam. Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sugiyono dan Serka Mustaqim bersama warga melakukan patroli rutin dan memantau titik-titik rawan yang sering dijadikan tempat berkumpulnya remaja.
Aipda Sugiyono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dan aksi tawuran di wilayah Kelurahan Joglo.
“Kegiatan Strong Point dan Pos Pantau ini penting untuk menciptakan rasa aman bagi warga, terutama di malam hari. Dengan kehadiran kami, diharapkan dapat mencegah tindak kejahatan dan tawuran remaja yang sering terjadi di wilayah perbatasan,” ujar Aipda Sugiyono.
Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sugiyono juga memberikan himbauan kepada warga yang melintas agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap kejahatan jalanan seperti penjambretan, pencurian kendaraan bermotor, dan perampokan
“Kami menghimbau kepada warga untuk tidak membawa barang berharga secara mencolok dan selalu mengunci kendaraan dengan baik saat diparkir. Waspada terhadap lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah menjadi korban kejahatan,” tambahnya.
Selain itu, Aipda Sugiyono dan Serka Mustaqim juga memberikan edukasi kepada kelompok remaja yang ditemui selama patroli tentang bahaya dan dampak negatif dari tawuran.
Mereka mengajak para remaja untuk menghindari pergaulan yang berpotensi menimbulkan konflik dan lebih fokus pada kegiatan yang positif.
“Kami berharap para remaja bisa lebih bijak dalam memilih teman dan kegiatan. Tawuran hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bersama-sama,” tegas Serka Mustaqim.












Discussion about this post