Jakarta – Upaya berkelanjutan digalakkan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam merespon isu tawuran yang kerap melibatkan pelajar di kawasan tersebut. Baru-baru ini, sosialisasi khusus ditujukan kepada siswa SMPN 261 Pelabuhan Muara Angke sebagai benteng pencegahan aksi kekerasan di kalangan remaja. Program Anti Tawuran yang diinisiasi Polres menjadi langkah proaktif untuk menangani dan mendidik pelajar tentang bahaya serta konsekuensi dari tawuran.
“Selain melakukan imbauan dan sosialisasi kami juga mengadakan edukasi kepada siswa di SMPN 261,” ujar Iptu Achmad Mansyurudin, Kanitbintibsos Satbinmas Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Ia menekankan pentingnya para pelajar menghindari provokasi yang dapat mengarah pada tindak kekerasan, seperti tawuran yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain.
Tindakan pencegahan kekerasan di kalangan remaja tidak hanya melalui kata-kata namun juga diperkuat dengan aksi konkrit. Melalui kegiatan pemeriksaan yang dilaksanakan Polres, para siswa di SMPN 261 diperiksa barang-bawaannya untuk mengantisipasi kepemilikan senjata tajam dan barang-barang terlarang lainnya yang mungkin digunakan dalam tawuran.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan tas atau barang lainnya kepada siswa di SMP 261, kami tidak menemukan pelajar di sini membawa senjata tajam ataupun barang terlarang lainnya,” lanjut Iptu Achmad. Inisiatif kepolisian ini tidak hanya berhenti di SMPN 261, tetapi rencananya akan meluas kepada sekolah-sekolah lain di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Adapun AKP Dwi Saksana selaku Kasatbinmas Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengutarakan bahwa kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) telah menjadi bagian dari strategi pencegahan. Kerjasama sekolah dan kepolisian terjalin erat dalam upaya ini, termasuk partisipasi orang tua dalam pendidikan karakter siswa. “Kami telah melakukan kegiatan binluh, sambang dan koordinasi antar sekolah terkait informasi yang berkembang. Kemudian bersama pihak sekolah juga mengajak pihak orang tua juga bekerjasama dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak pulang larut malam,” tutur AKP Dwi Saksana mengakhiri.
Inisiatif yang dijalankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok ini merupakan bagian integral dari Edukasi Kepolisian di Sekolah yang tidak hanya mengedepankan penyuluhan, tetapi juga membangun kesadaran dan keterlibatan banyak pihak. Dengan sosialisasi yang menyeluruh dan praktik pencegahan langsung di lapangan, diharapkan fenomena penggunaan senjata tajam oleh pelajar dan tawuran bisa dieliminasi dari lingkungan pendidikan dan masyarakat.












Discussion about this post