Humas Restro Jaksel, 14 Agustus 2024 – Dalam rangka persiapan pengamanan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2024 DKI Jakarta, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Rahmat Idnal S.I.K., M.Si., pimpin Apel Pasukan Operasi Mandiri Kewilayahan “Mantap Praja Jaya 2024”. yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Metro Jakarta Selatan dan dihadiri oleh Kasdim 0504/Jakarta Selatan, perwakilan dari Walikota Jakarta Selatan, Ketua Bawaslu Jakarta Selatan, Ketua KPUD Jakarta Selatan, serta jajaran kabag, kasat, kasi, dan kapolsek di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolres Metro Jakarta Selatan menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kekuatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga pelaksanaan apel gelar pasukan ini dapat berlangsung dengan baik. Apel tersebut menjadi momen penting untuk mengecek kesiapan akhir dari personel, sarana, dan prasarana yang akan digunakan dalam Operasi Mantap Praja Jaya 2024. Tujuan utamanya adalah memastikan Pemilukada 2024 di wilayah hukum Polda Metro Jaya dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib.
“Pesta demokrasi 2024 adalah bukti kematangan demokrasi Indonesia dan penentuan masa depan bangsa. Melihat pentingnya hal tersebut, seluruh komponen bangsa harus berpartisipasi penuh guna menyukseskan Pemilukada 2024,” ujar inspektur apel dalam amanatnya. Pemilukada 2024 ini diakui memiliki kompleksitas yang tinggi, mengingat pemilihan dilaksanakan secara serentak di wilayah yang luas dengan geografis beragam, serta melibatkan jumlah pemilih yang besar.
Operasi Mantap Praja Jaya 2024 akan berlangsung selama 140 hari, mulai dari 14 Agustus hingga 31 Desember 2024, dengan melibatkan 854 personel Polri yang akan disebar di 3.266 TPS di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan. Fokus utama dari operasi ini adalah mengamankan seluruh tahapan Pemilukada, mulai dari sebelum, saat, hingga setelah pelaksanaan, dengan pola pengamanan yang disesuaikan dengan tingkat kerawanan yang ada.
“Strategi pengamanan yang kita lakukan meliputi deteksi dini, Cooling Sistem, pengamanan terbuka dan tertutup, hingga penindakan bagi pihak yang mencoba mengganggu pelaksanaan tahapan Pemilukada,” tegas inspektur apel. Selain itu, pentingnya strategi komunikasi publik juga diangkat, guna memastikan masyarakat tetap menjaga persatuan dan ikut berpartisipasi dalam menjaga stabilitas keamanan selama Pemilukada berlangsung.
Dalam pengamanan ini, perhatian khusus juga diberikan kepada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, dengan langkah antisipasi yang ketat. Kolaborasi dengan TNI, BNPB, BMKG, Basarnas, dan stakeholder lainnya juga ditekankan, terutama dalam mengantisipasi potensi bencana alam yang mungkin terjadi selama tahapan Pemilukada.
“Koordinasi dan kolaborasi antar pilar Sentra Gakkumdu harus terus ditingkatkan agar penanganan pelanggaran serta penyelesaian tindak pidana Pemilukada dapat dilakukan secara profesional dan transparan,” tambahnya.
Dalam penutupan amanatnya, inspektur apel menyampaikan tujuh penekanan yang harus dipedomani oleh seluruh personel, mulai dari peningkatan keimanan dan ketakwaan, kesiapan perlengkapan, hingga pentingnya sinergisitas dan soliditas antar personel dan stakeholder terkait. Semua ini dilakukan demi mengamankan Pemilukada 2024 dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Selamat bertugas kepada seluruh personel yang terlibat. Mari bersama-sama kita amankan Pemilukada 2024, demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik,” tutup Bapak Kapolres.












Discussion about this post