Depok – Polres Metro Depok menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Forkopimda dalam rangka Operasi Lilin Jaya Tahun 2025, sebagai langkah strategis pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 14.00 s/d 16.00 WIB, bertempat di Aula Atmani Adhi Wedhana Polres Metro Depok.
Rakor dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Depok KBP Abdul Waras, S.I.K., dan dihadiri unsur Forkopimda serta para pemangku kepentingan terkait, di antaranya Dandim 0508/Depok Kolonel Inf. Triyano Iqbal, S.I.P., M.Si., Wakapolres Metro Depok AKBP Akmal, S.H., S.I.K., M.H., perwakilan Wali Kota Depok Lienda, S.H., M.H., Kesbangpol, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, FKUB, tokoh agama, pengelola perhotelan, Jasa Raharja, PMI, Terminal Jatijajar, hingga Saka Bhayangkara Kota Depok.
Dalam paparannya, Kabag Ops Polres Metro Depok AKBP Maulana Jali Karapesina, S.H., M.H. menyampaikan bahwa Operasi Lilin Jaya 2025 merupakan operasi kepolisian terpusat untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru. Operasi ini dilatarbelakangi meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas ibadah dan pariwisata, potensi gangguan kamtibmas, kepadatan lalu lintas, serta kondisi cuaca ekstrem di puncak musim hujan.
Sementara itu, Wakasat Intelkam Polres Metro Depok Kompol Sutarno memaparkan potensi kerawanan selama perayaan Natal 2025, di mana tercatat 151 lokasi ibadah yang akan melaksanakan kegiatan Natal, terdiri dari 124 gereja dan 27 rumah ibadah. Potensi kerawanan meliputi ancaman teror, gangguan parkir kendaraan jemaat, ibadah di lokasi tidak peruntukan, peredaran petasan, tawuran, pesta miras dan narkoba, pencurian rumah kosong, hingga potensi bencana alam seperti banjir dan kebakaran.
Dari sisi transportasi, Ari Manggala selaku perwakilan Dinas Perhubungan Kota Depok menjelaskan bahwa potensi pergerakan masyarakat Jawa Barat pada libur Nataru 2025 diperkirakan mencapai 110,67 juta orang. Moda transportasi yang paling banyak digunakan adalah mobil pribadi (36,7%), disusul sepeda motor (17,71%), bus (15,04%), kereta api antarkota (12,85%), dan pesawat (8,85%). Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi lonjakan penumpang, termasuk dukungan transportasi melalui Terminal Jatijajar, Tapos, Kota Depok.
Dalam penekanan pimpinan, Lienda, S.H., M.H. mewakili Wali Kota Depok menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rakor lintas sektoral serta harapan agar seluruh rangkaian kegiatan Nataru berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga umat Kristiani dapat beribadah dengan khusyuk dan hikmat, serta kondusivitas Kota Depok tetap terjaga.
Kapolres Metro Depok KBP Abdul Waras, S.I.K. menegaskan bahwa Operasi Lilin Jaya merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Kristiani. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, keterlibatan aktif seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, serta meniadakan ego sektoral demi keberhasilan pengamanan.
Senada dengan hal tersebut, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf. Triyano Iqbal, S.I.P., M.Si. menyampaikan kesiapan TNI dalam memberikan dukungan pengamanan, termasuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kriminalitas, peredaran narkoba dan miras, serta antisipasi bencana alam di tengah musim penghujan. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui jaminan keamanan dan kenyamanan selama Nataru.
Melalui Rakor Lintas Sektoral ini, Polres Metro Depok menegaskan bahwa pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 merupakan agenda rutin tahunan yang membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh stakeholder, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Depok.












Discussion about this post